Account Recovery : Asmara Abigail

Pada tanggal 15 Februari 2019, tepat pada pukul 18:22, saya menerima pesan dari Willy Suteja, managernya Asmara Abigail. Willy kemudian menjelaskan tentang akun Instagram Asma yang di-hijack oleh orang yang tidak dikenal. Setelah menjelaskan rincian masalah yang sedang dialami oleh Asmara Abigail, Willy kemudan menelfon melalui WhatsApp, kemudian saya berbicara langsung dengan Asmara Abigail.

Setelah itu pada tanggal 17 Februari 2019, saya, Willy Suteja dan Asmara Abigail mengatur pertemuan di Pejaten Village. Saat itu seingat saya Asmara Abigail baru saja pulang dari lokasi shooting Ghost Writer, film-nya Bene Dion yang diproduseri oleh Ernest Prakasa.

Sehabis maghrib saya tiba di Max Coffee di Pejaten Village dan dimulai dengan perkenalan kami semua. Asmara kemudian menjelaskan tentang kronologi yang berakhir akunnya di-hijack oleh orang yang tidak dikenal.

Masalah yang dialami oleh Asmara adalah masalah yang berbeda dari yang selama ini saya tangani. HP yang digunakan oleh Asmara dicuri ketika dia sedang berada di suatu cafe di daerah Jakarta. Ketika suatu perangkat dicuri, pelaku bisa dikatakan memiliki kontrol penuh terhadap seluruh akun yang ada di dalam perangkat tersebut.

Untuk mulai melakukan proses recovery, juga akan terasa semakin sulit, kenapa? Karena seringkali proses login meminta persetujuan melalui well-known devices. Akhirnya proses pertama kali yang dilakukan adalah recovery email. Karena saat itu seluruh akun di-hijack oleh pelaku. Mulai dari email dan seluruh akun sosial media milik Asmara Abigail.

Proses email recovery sudah berhasil dilakukan oleh Asmara sendiri, yang kemudian menjadi fokus saya adalah mengembalikan akun Instagramnya yang masih dikontrol oleh pelaku.

Pertemuan kami di malam itu berakhir hampir sekitar jam 12 malam. Diakhiri dengan perkenalan saya dengan orang tua Asmara yang saat itu menjemput di Pejaten Village.

Di pagi harinya, saya mendapatkan konfirmasi bahwa akun Instagram milik Asmara sudah kembali seperti sediakala.

Asmara Abigail dan Keluarga

Saya mendapatkan undangan gala premiere untuk film Sekte dan saya kemudian memberikan konfirmasi akan hadir, namun karena waktunya kemudian nabrak dengan sesuatu yang tidak bisa saya tinggalkan, akhirnya saya mengabari mas Willy Suteja dan meminta maaf tidak bisa hadir di Gala Premiere film Sekte. Saat itu Asmara Abigail menjadi pemeran utama di film tersebut. Saya cukup menyesal tidak bisa hadir di Gala Premiere tersebut.

Kemudian saya mendapatkan lagi undangan Gala Premiere untuk film Ghost Writer, film pertama dari seorang Bene Dion, film yang juga diproduseri oleh Ernest Prakasa. Untuk film yang satu ini, saya tidak akan melewatkan undangan Gala Premiere yang sudah ditangan. Saya saat itu mengkonfirmasi ke mas Willy untuk 2 tiket.

Ketika malam Gala Premiere film Ghost Writer, saya bertemu langsung dengan mas Willy di Epicentrum dan kemudian mas Willy memberikan 2 tiket. Malahan mas Willy menawarkan ke saya dan membebaskan saya untuk memilih seat yang mana 😆

Akhirnya studio dibuka dan saya mulai mencari tempat duduk sesuai dengan di tiket yang sudah saya pilih tadi, ketika tampak kebingungan karena kursi saya sudah diduduki oleh orang lain, mas Willy kembali menghampiri saya, dan memberikan tiket lainnya untuk duduk di bagian tengah.

Karena sibuk nyari kursi dan muter-muter di studio tersebut, saya tidak sadar lewat di depan kursi Keluarga Asmara Abigail. Akhirnya setelah duduk saya dengar tante Reza Tumewu, ibu Asmara Abigail ngomong “Itu temennya Abigail”, akhirnya saya bangun dan menyalami orang tua Asmara Abigail dan adiknya yang saat itu hadir juga di Gala Premiere tersebut.

Asmara Abigail sendiri tidak menghadiri Gala Premiere film Ghost Writer karena sedang berada di France.

Film Ghost Writer adalah film yang berhasil menggabungkan Horor, Drama & Komedi menjadi suatu film yang sangat menarik untuk dinikmati. Untuk peran Asmara Abigail sendiri di dalam film itu hanya 1 kata yang bisa saya gambarkan “sakit”. Aktingnya beneran “sakit”. Total, yang selama ini selalu kita lihat untuk setiap peran yang diperankan oleh Asmara Abigail.

Saat film selesai, tante Reza Tumewu berbicara dengan pasangan saya dan mengatakan “Bagus ya filmnya?”, kami berdua kemudian setuju. Setelah itu keluarga Asmara Abigail pamit dan kami sama-sama say goodbye.

Suatu kebaikan memang menular dan mendarah daging, setidaknya itulah yang saya lihat dari Asmara Abigail dan keluarga.