JRX Superman is Dead, Public Enemy yang Selalu Dirindukan

Kemarin tanggal 18 Agustus 2019 tepatnya pukul 07:57 WIB, saya menerima pesan di WhatsApp dari manajer personal JRX, bli Ngurah. Bli Ngurah mengabarkan bahwa akun Instagram @jrxsid sudah pulih. Setelah menerima kabar baik dari Bli Ngurah, saya masih tidak percaya.

“Serius mas?”, tanya saya.

“Iya mas”, jawaban dari Bli Ngurah.

“Tapi itu akunnya sudah bisa update mas? Story sama Photo?”, tanya saya lagi.

“Sudah mas, barusan saya posting di IG (@jrxsid)”, jawaban dari Bli Ngurah untuk memastikan bahwa akun @jrxsid sudah benar-benar pulih.

Setelah menerima kabar tersebut, saya sendiri merasa sangat senang sekali. Perjuangan yang dilakukan lebih dari 2 bulan ini, tidak berakhir sia-sia. Berbagai cara sudah kita semua lakukan, tapi hasilnya selalu nihil.

Tanggal 8 Juni 2019, percakapan saya dan Bli Ngurah di WhatsApp dimulai. Saat itu saya mencoba “memulihkan” akun Instagram @jrxsid dengan cara yang sewajarnya, yakni dengan menghubungi pihak Instagram. Karena di tulisan saya yang sebelumnya, Rizieq Shihab, Bahar Smith dan Akun Instagram JRX Superman is Dead saya sudah menjelaskan awalnya saya berpikir akun @jrxsid ini tidak ada bedanya dengan akun selebritis yang pernah saya tangani, jadi hanya butuh waktu beberapa jam untuk memulihkan akun @jrxsid yang sedang bermasalah ini.

Tapi ternyata masalah yang dialami oleh akun @jrxsid ini sangat berbeda, bahkan belum pernah saya temui sebelumnya. JRX sendiri menyampaikan kepada saya, sebelumnya ada beberapa orang yang membantunya untuk memulihkan akun tersebut, tapi berakhir dengan orang tersebut menyerah. Jadi saya adalah orang yang terakhir, yang direferensikan oleh Nora, istri dari JRX ke JRX langsung.

Setidaknya butuh waktu lebih dari 2 bulan sampai akhirnya tepat pada tanggal 18 Agustus 2019, 1 hari setelah peringatan Kemerdekaan Indonesia, akun @jrxsid kembali “merdeka”.

Kembalinya akun @jrxsid juga mendapatkan berbagai respon menarik dari pengikut JRX di media sosial.

“Mungkin baru dapat remisi pakde akunnya”, ucap salah satu pengikut JRX si Instagram dengan nama pengguna @pande_asthina

“Mungkin kado kemerdekaan, ultah SID dan kado nikahan” ucap pengikut JRX lainnya di Instagram dengan nama pengguna @arvwidjanarko

Lalu, kok bisa akun Instagram @jrxsid balik?

Setelah 2 bulan berjuang untuk memulihkan akun @jrxsid, saya menganggap cara yang sudah kami lakukan, tidak merubah apapun. Akun JRX masih dalam keadaan “rusak” dan tidak bisa digunakan.

Saya kemudian mencari kasus yang serupa, ternyata dialami oleh Made Supriatma, penulis beken asal Bali yang saat ini tinggal di luar negeri. Akun facebook-nya tiba-tiba hilang karena dinonaktifkan oleh Facebook dan menghadapi jalan buntu ketika mencoba mengembalikan akun tersebut. Masalah yang dialami oleh Pak Made, sebenarnya sangat berbeda dengan yang dialami oleh akun @jrxsid.

Kenapa berbeda? Untuk kasus Pak Made, akunnya menjadi korban dari laporan orang-orang yang mungkin tidak suka dengan setiap tulisan beliau, oleh sebab itu karena sudah banyak menerima laporan, akun Pak Made kemudian dinonaktifkan.

Buruknya Facebook dan anak usaha mereka lainnya adalah, mereka seringkali mengambil langkah berdasarkan laporan based on quantity. Jadi ketika suatu post dilaporkan oleh banyak orang, Facebook kemudian mengambil suatu langkah yang seringkali terkesan tidak melakukan validasi.

Sedangkan akun Instagram JRX, akunnya masih ada, bisa diakses oleh publik, tapi yang memiliki akses tidak bisa melakukan apapun. Jika penasaran seperti apa kelihatannya, silahkan lihat video dibawah ini :

Ketika sedang mengalami kasus akunnya “hilang”, Pak Made kemudian curhat di Tirto tentang permasalahan akunnya, Rizieq Shihab, Facebook, dan Saya.

Kemudian saya terpikirkan untuk melakukan hal yang sama. Karena perjuangan yang telah kami lakukan melalui hal yang sewajarnya tidak membuahkan hasil sama sekali. Terpikirkan untuk melakukan “perlawanan” melalui “kata-kata”, perjuangan literasi.

Tepat pada tanggal 21 Juni 2019, saya mengirimkan tulisan saya ke Tirto. Sedihnya, sampai sekarang tidak mendapatkan balasan sama sekali. Kemudian saya berusaha melakukan perjuangan lainnya dengan menghubungi orang-orang yang bekerja di Facebook dan Instagram, tapi seperti yang sudah saya sadari, akan berujung sia-sia.

Saat itu saya sedang mengerjakan untuk merombak total website saya yang sekarang ini. Saat sedang mengerjakan website ini, saya membutuhkan beberapa dummy tulisan. Akhirnya tulisan yang saya kirimkan ke Tirto, saya letakkan di website saya sendiri.

Pada tanggal 11 Agustus 2019, pengerjaan website saya sudah selesai 80%. Saya kemudian memutuskan untuk menerbitkan tulisan tentang JRX di website saya sendiri.

Saya kemudian menyebarkan tautan tulisan tersebut pertama kali di Twitter. Setelah di re-tweet oleh JRX, website saya langsung kebanjiran pengunjung. Setelah itu JRX mempromosikan tulisan tersebut di seluruh media sosial yang dia gunakan.

Saat merilis tulisan tersebut, yang berusaha saya capai adalah memberikan tekanan ke beberapa pihak. Pihak Instagram yang menangani permasalahan akun @jrxsid, “mereka” yang terlibat, dan pemerintah. Saya memang menargetkan pemerintah, berharap mungkin saja mereka bersedia “membantu”.

Tulisan tersebut dirilis pada tanggal 11 Agustus 2019, tepat pada tanggal 18 Agustus, 1 minggu setelahnya, akun @jrxsid pulih. Saya juga kemudian baru tahu akun Pak Made Supriatma sudah lebih dulu kembali.

Kembalinya akun @jrxsid kemudian langsung diumumkan oleh JRX di seluruh media sosial yang dia gunakan. Banyak sambutan positif yang kemudian diterima olehnya, dan tentu saja selalu ada yang nyinyir, bagian yang paling saya sukai 😆

Bertemu dengan JRX Langsung

Ketika akunnya sudah kembali “pulih”, JRX menghubungi saya melalui Instagram, saat itu masih menggunakan akun @jrx1977. JRX mengundang saya untuk ikut ke konser Superman is Dead di daerah Ancol. Tanpa pikir panjang, saya menerima dan memberikan konfirmasi akan datang.

Saya sendiri mengenal SID ketika masih duduk di bangku SMP, saat itu teman-teman saya seringkali memutar dan memainkan lagu milik SID ketika mereka sedang manggung di sekolah. Beberapa tahun belakangan ini saya juga aktif mengikuti JRX melalui media sosial.

Saya tertarik mengikuti JRX karena dia melakukan sesuatu yang “beda” ketika sedang mengkritisi ataupun mengeluarkan sebuah pendapat. Kebanyakan pendapat yang dikeluarkan olehnya adalah sesuatu yang benar. Tapi saya juga tak melulu setuju dengannya.

Untuk perjuangan JRX menolak reklamasi di Bali, saya 100% setuju. Untuk JRX vs Anang, saya lebih memilih memihak ke JRX dan musisi lainnya. Yang menarik adalah kasus JRX vs Via Vallen.

Banyak publik yang kehilangan fokus ketika JRX “menyentil” Via Vallen. Sebenarnya yang dipersoalkan oleh seorang Jerinx adalah tentang Via Vallen yang membawakan lagu “Sunset di Tanah Anarki” dengan gaya yang nyeleneh dan tidak meminta izin terlebih dahulu. Via Vallen juga membawakan lagu tersebut sambil terlihat begitu bahagia dan berjoget ria diatas panggung.

Padahal lagu tersebut yang juga ditulis oleh JRX, memiliki makna yang sangat dalam dan didedikasikan untuk Gerakan Menolak Lupa. Jadi sungguh tak elok jika Via Vallen menyanyikan lagu tersebut sambil berjoget ria diatas panggung. Hal itulah yang kemudian dikritisi oleh seorang JRX, Via Vallen “merusak ruh” lagu “Sunset di Tanah Anarki”. Jadi tak ada hubungannya dengan masalah royalti, apalagi numpang tenar atau mencari sensasi.

Tapi Via Vallen memang terkenal meng-cover lagu milik orang lain, seringkali tidak izin sama si pemilik lagu. Itu juga sesuatu yang sangat disesali oleh orang banyak. Saya sendiri sangat menyesalkan respon Via Vallen ketika dikritisi oleh seorang JRX.

Lupakan tentang JRX dan masalahnya, kita lanjutkan tentang bagaimana akhirnya kami bertemu dan saya ikut ke konser SID di Ancol. JRX mengajak saya untuk ikut dengan rombongan SID dari Hotel di tempat mereka menginap. Jadi dari Depok, saya kemudian langsung meluncur ke Hotel di tempat rombongan SID menginap, di daerah Mangga Dua.

Kami kemudian bertemu di lobby hotel, JRX memeluk saya ketika kami berjumpa untuk pertama kali. Dia juga memberikan saya 2 buah kaos SID yang versi Hantaman 24 Karat.

Sosok JRX memang sudah saya bayangkan sebelumnya. Dia galak di media sosial, tapi untuk orang yang sudah mengenalnya, dia adalah orang yang sangat ramah dan baik sekali. Sepanjang perjalanan dari Hotel menuju lokasi konser SID malam itu, kami membicarakan tentang banyak hal. Ketika tiba di backstage sebelum naik ke panggung, kami juga membicarakan tentang apapun. Tak lupa kami juga berfoto untuk mengabadikan momen tersebut.

Saat konser akan dimulai, saya juga diajak untuk ikut dengan rombongan SID ke Panggung. Saya juga mendengar JRX mengucapkan nama saya diatas panggung 😆

Di konser yang juga memperingati ulang tahun SID yang ke-24, malam itu SID memainkan 17 lagu. Saya terpukau dengan penampilan SID dan juga para Outsiders dan Lady Rose yang hadir di konser malam itu. Saya takjub dengan penggemar SID yang begitu loyal hadir di Ancol, kebanyakan dari mereka datang dari luar kota, hanya untuk melihat penampilan SID malam itu.

Me with JRX Sumber https://www.instagram.com/jrxsid/

Saya juga melihat penampilan wanita ini dari panggung, ketika SID memainkan lagu “Sunset di Tanah Anarki”, dia terlihat begitu menjiwai ketika ikut menyanyikan lagu tersebut. Sesuatu yang sangat indah bukan?

Ketika konser telah selesai, seluruh personel SID dikawal dari belakang panggung menuju mobil. JRX saat itu sampai dikawal oleh 4 petugas keamanan, dia adalah personel yang selalu menjadi incaran para penggemarnya yang ingin meminta foto atau hanya sekedar bersalaman. Terlihat petugas keamanan sedikit kewalahan ketika mengawal JRX dari belakang panggung menuju mobil. Sedangkan JRX terlihat lelah setelah menabuh drum ketika SID memainkan 17 lagu malam itu.

Saya yang bukan siapa-siapa aja kesulitan ketika mau masuk ke mobil rombongan SID, saya dikira oleh petugas keamanan outsiders dan lady rose yang ingin menyerbu SID 😆

Setelah itu rombongan SID bertolak ke daerah Mangga Besar, untuk makan malam terlebih dahulu sebelum bertolak ke hotel di tempat rombongan SID menginap. Setelah selesai, saya kemudian pamit dengan JRX dan rombongan SID untuk kembali pulang ke rumah saya di Depok, Jawa Barat.

Malam yang sangat indah dan berkesan untuk saya sendiri. Saya bisa mengobrol dengan JRX seputar apapun, berbagi rokok yang saat itu tersisa 1 batang dengan Bobby Kool, dan juga berbicara tentang salah seorang teman yang dulu pernah membobol website SID dengan Eka Rock. Seorang teman yang pernah membobol website SID dan kini malah menjadi “penjaga” website tersebut bernama Abay yang juga merupakan outsiders sejati, yang kini bekerja di Tirto.

JRX akan kembali ke Jakarta dalam waktu dekat dan menyampaikan akan mengabari saya untuk bertemu lagi, jadi mungkin saja cerita ini akan berlanjut.

Me with JRX Sumber https://www.instagram.com/agusbim/

Terima kasih untuk Bobby Kool, Eka Rock dan rombongan SID. Terima kasih banyak untuk JRX, Public Enemy yang Selalu Dirindukan.